Menentukan Arah Sustainability Report yang Tepat untuk Bisnis Anda

oleh | Jan 19, 2026 | blog

Peran sustainability report sudah berubah. Dari sekadar memenuhi kewajiban regulasi, kini sebuah sustainability report dapat menjadi alat strategis untuk menjelaskan bagaimana perusahaan memahami dampak kegiatan mereka, mengelola risiko usaha, dan menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Seiring meningkatnya tuntutan ESG dari para stakeholder, baik investor, regulator, maupun publik, perusahaan dihadapkan pada sebuah tantangan yang semakin kompleks: menyusun sustainability report yang tidak hanya mematuhi standar, tetapi juga memiliki makna strategis. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan sering merujuk pada tiga framework penting – GRI, SASB, dan TCFD – yang masing-masing memiliki fokus dan fungsi berbeda sesuai dengan konteks penggunaannya.

Tiga Kerangka, Tiga Peran dalam Laporan Keberlanjutan

Tiga Kerangka, Tiga Peran dalam Sustainability Report - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Untuk memahami perbedaan antara framework GRI, SASB, dan TCFD, ketiganya perlu dilihat sebagai kerangka yang membantu perusahaan menjawab tantangan yang berbeda dalam proses penyusunan sustainability report.

GRI merupakan sebuah framework yang terfokus pada dampak. Global Reporting Initiative menekankan pengungkapan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari aktivitas perusahaan. Berangkat dari fokus tersebut, GRI menjadi alat yang relevan bagi sustainability report yang ditujukan kepada berbagai stakeholder, mulai dari regulator, karyawan, hingga komunitas lokal. Karena sifatnya yang komprehensif dan fleksibel, GRI sering diandalkan perusahaan sebagai kerangka utama laporan keberlanjutan mereka.

Sementara itu, SASB memiliki fokus spesifik pada relevansi finansial. Sustainability Accounting Standards Board menyoroti isu ESG yang material secara keuangan dan menyusunnya secara spesifik menurut industri. Dalam konteks sustainability report, SASB membantu perusahaan menghubungkan isu keberlanjutan dengan kinerja bisnis dan ekspektasi investor, tanpa perlu membahas seluruh spektrum isu ESG.

Sebagai framework yang terakhir, TCFD merupakan kerangka pelaporan yang berfokus pada risiko iklim. Task Force on Climate-related Financial Disclosures mendorong perusahaan untuk menjelaskan bagaimana risiko dan peluang terkait perubahan iklim dapat memengaruhi tata kelola, strategi, serta ketahanan bisnis. Bagi banyak perusahaan, TCFD menjadi elemen penting dalam sustainability report yang berorientasi jangka panjang.

Membaca Perbedaan Framework sebagai Arah Strategis

Membaca Perbedaan Framework sebagai Arah Strategis - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Pada dasarnya, perbedaan antara GRI, SASB, dan TCFD merupakan perbedaan cara pandang dalam menyusun sustainability report. GRI membantu perusahaan menjelaskan dampak usaha mereka terhadap lingkungan dan masyarakat; SASB membantu menjelaskan isu keberlanjutan yang berpengaruh langsung terhadap nilai ekonomi perusahaan; sementara TCFD membantu perusahaan mengartikulasikan risiko iklim serta kesiapan strategi jangka panjangnya.

Untuk memperjelas perbedaan tersebut, berikut gambaran ringkas peran masing-masing framework dalam sustainability report:

FrameworkFokus UtamaAudiens UtamaPeran dalam Sustainability Report
GRIDampak ekonomi, sosial, dan lingkunganSeluruh stakeholderMenyusun narasi keberlanjutan yang menyeluruh dan kontekstual
SASBIsu ESG yang material secara finansialInvestorMenghubungkan keberlanjutan dengan kinerja dan nilai bisnis
TCFDRisiko dan peluang terkait perubahan iklimInvestor dan regulatorMenunjukkan ketahanan strategi dan kesiapan jangka panjang

Ketiga framework ini menjawab kebutuhan audiens yang berbeda, menggunakan pendekatan pelaporan yang berbeda, dan memainkan peran yang saling melengkapi dalam sebuah sustainability report yang matang.

Kapan Harus Menggunakan GRI, SASB, dan TCFD dalam Laporan Keberlanjutan

Kapan Harus Menggunakan GRI, SASB, dan TCFD dalam Sustainability Report - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Dalam memilih kerangka untuk menyusun sustainability report, perusahaan sebaiknya menjadikan tujuan komunikasi sebagai titik awal.

GRI relevan ketika perusahaan ingin menyusun sustainability report yang menyeluruh dan dapat dipahami oleh berbagai stakeholder—dengan kata lain, laporan yang mampu menggambarkan dampak bisnis secara utuh. Sementara itu, SASB relevan digunakan ketika perusahaan ingin mengomunikasikan isu ESG yang berdampak langsung pada kinerja finansial kepada investor. Adapun TCFD menjadi kerangka yang tepat ketika perusahaan ingin menunjukkan bagaimana risiko iklim dipertimbangkan dalam strategi dan pengambilan keputusan jangka panjang.

Dalam praktiknya, banyak perusahaan mengombinasikan ketiga framework tersebut untuk membangun sustainability report yang seimbang antara dampak, nilai, dan risiko.

Laporan Keberlanjutan sebagai Alat Strategi, Bukan Sekadar Laporan

Perlu diingat bahwa GRI, SASB, dan TCFD bukanlah tujuan akhir dalam penyusunan sustainability report. Ketiganya merupakan kerangka yang membantu perusahaan menyusun laporan dengan informasi yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sustainability report yang kuat lahir ketika kerangka-kerangka tersebut diterjemahkan ke dalam narasi yang relevan dengan strategi bisnis, bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban pelaporan. Pada akhirnya, keberhasilan sebuah sustainability report tidak ditentukan oleh seberapa banyak standar yang diikuti, melainkan oleh seberapa jelas arah dan keputusan bisnis yang dapat dibaca dari laporan tersebut.

Membaca Laporan Keberlanjutan sebagai Bahasa Pasar

Pada akhirnya, yang menjadi tantangan utama bagi perusahaan dalam penyusunan sustainability report bukanlah pada pilihan standar yang tepat, melainkan pada kemampuan perusahaan dalam menerjemahkan kerangka GRI, SASB, dan TCFD ke dalam bahasa yang dipahami oleh pasar. Data, indikator, dan pengungkapan hanya akan memiliki makna jika dirangkai menjadi narasi yang menjelaskan arah, prioritas, serta kesiapan bisnis menghadapi resiko dan peluang ke depan.

Di sinilah Wordsmith Group berperan. Kami bekerja sama dengan perusahaan untuk menjembatani realitas operasional, kerangka pelaporan keberlanjutan, dan ekspektasi investor yang semakin menuntut kejelasan strategi. Pendekatan kami memastikan bahwa sustainability report perusahaan tidak berhenti sebagai sekedar bentuk kepatuhan saja, akan tetapi dapat menjadi sebuah sarana yang menjelaskan bagaimana keberlanjutan terhubung langsung dengan keputusan-keputusan kunci dalam bisnis.

Langkah Selanjutnya

Jika sustainability report masih dianggap sebagai sekadar kewajiban tahunan, perusahaan berisiko kehilangan momentum di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap ESG dan risiko jangka panjang.

Wordsmith Group membuka ruang diskusi bagi perusahaan yang ingin menempatkan sustainability report sebagai sebuah alat strategis untuk memperkuat kredibilitas, membangun kepercayaan dengan investor dan stakeholder, dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Hubungi Wordsmith Group lewat email atau WhatsApp untuk memulai percakapan tentang bagaimana sustainability report Anda dapat berbicara lebih jelas kepada pasar dan para stakeholder utama!

Other Post

Terjemahan Kontrak & Perjanjian Hukum

Terjemahan Kontrak & Perjanjian Hukum

Dokumen hukum, seperti kontrak dan perjanjian,berfungsi sebagai pilar utama dalam pengelolaan bisnis. Kesalahan penerjemahan pada dokumen legal dapat menimbulkan risiko serius, mulai dari salah tafsir hingga sengketa antar pihak. Oleh karena itu, menggunakan...

Kesalahpahaman Umum antara Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan

Kesalahpahaman Umum antara Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan

Praktik pelaporan perusahaan menunjukkan bahwa laporan tahunan dan laporan keuangan masih sering dianggap sebagai dokumen yang sama. Hal ini terjadi karena keduanya sama-sama memuat informasi kinerja dan disusun secara berkala. Persepsi ini kerap ditemui oleh...

Consecutive Interpreting dan Kejelasan dalam Percakapan Penting

Consecutive Interpreting dan Kejelasan dalam Percakapan Penting

Tolok ukur keberhasilan dalam komunikasi lintas bahasa tidak selalu ditentukan oleh kecepatan penyampaian pesan. Pada banyak situasi profesional, tolok ukur keberhasilan lebih ditentukan dari ketepatan makna, konteks, dan kejelasan. Salah satu metode interpreting yang...