Bahaya Siber di Balik Penerjemah Online Gratis

oleh | Feb 9, 2026 | Uncategorized

Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita sering kali menggunakan aplikasi penerjemah online gratis. Google Translate adalah aplikasi yang sudah tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari karena penggunaannya yang praktis, efisien, dan gratis, sehingga kita dapat melakukan tugas penerjemahan secara mudah di mana saja dan kapan saja. Sekarang platform AI seperti DeepL atau bahkan ChatGPT bahkan sudah mulai dipakai untuk melakukan tugas penerjemahan yang hasilnya sedikit lebih akurat dibandingkan Google Translate.

Namun, dibalik praktisnya aplikasi-aplikasi penerjemah online gratis, terdapat beberapa bahaya tersembunyi yang luput dari mata kita semua. Penggunaan aplikasi penerjemah online gratis memang memudahkan kehidupan kita, tetapi dalam beberapa kasus, penggunaan aplikasi tersebut malah menimbulkan masalah-masalah baru, dari yang sepele hingga yang cukup berat. Apa saja masalah yang dapat terjadi? Mari kita ulas di artikel ini.

Problematika Menggunakan Aplikasi Penerjemah Online Gratis

Problematika Menggunakan Aplikasi Penerjemah Online Gratis - Wordsmith Group

Sumber: unsplash.com

Pada tahun 2018, menurut artikel dari media Inggris The Sun, pemerintahan kota Beijing dihadapkan pada sebuah masalah yang cukup membuat pusing. Menjelang Olimpiade Musim Dingin yang akan diadakan pada tahun 2022, cukup banyak tanda dan rambu di kota Beijing yang diterjemahkan secara sembarangan dari bahasa Mandarin ke bahasa Inggris. Beberapa contoh mencakup “Racist Park” padahal seharusnya “Ethnic Cultural Park”, “deformed people toilet” padahal seharusnya “disabled people toilet”, serta “slip carefully” padahal seharusnya “caution: wet floor”.

Kasus terjemahan yang sembarangan ini merupakan pengulangan dari insiden serupa di tahun 2008 ketika Beijing mengadakan Olimpiade Musim Panas, dan sebagai akibat dari terjemahan sembarangan ini tanda-tanda dan rambu-rambu di kota Beijing malah terlihat aneh dan menggelikan dan cukup viral di Internet pada masanya. Tentu sebuah kejadian yang membuat malu pemerintah setempat.

Oleh karena itu, sebelum Olimpiade Musim Dingin diadakan dan ribuan penonton dari seluruh penjuru dunia datang ke Beijing, pemerintah kota tersebut mengeluarkan uang yang tidak sedikit demi program koreksi bahasa untuk tanda-tanda dan rambu-rambu yang problematik ini. Pakar-pakar bahasa Mandarin dan bahasa Inggris dikerahkan untuk mengoreksi tanda-tanda yang terjemahannya sembarangan, mengacu pada terjemahan resmi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Karena banyaknya tanda dan rambu yang harus dikoreksi, pemerintah kota Beijing juga meminta bantuan sukarelawan dari masyarakat untuk membantu para pakar bahasa ini. Prioritas koreksi diarahkan ke tempat-tempat yang diperkirakan akan dipadati pengunjung dari seluruh dunia, seperti hotel, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit. Rambu-rambu jalanan yang sekiranya akan memandu para penduduk dan pengunjung juga diberikan prioritas koreksi tersendiri.

Kasus yang dialami oleh pemerintah kota Beijing merupakan contoh betapa aplikasi penerjemah gratis dapat mengacaukan proses penerjemahan. Aplikasi-aplikasi ini pada umumnya menerjemahkan suatu kata secara harfiah, yang mungkin bisa berhasil pada bahasa-bahasa yang tergolong “mudah” secara struktur dan makna seperti bahasa Inggris, bahasa Indonesia, ataupun bahasa Melayu, tetapi pada bahasa yang lebih rumit seperti bahasa Mandarin, menyebabkan perbedaan makna yang menimbulkan masalah seperti yang dialami oleh Beijing pada 2018 lalu.

Beberapa perusahaan linguistik seperti PacTranz, BIG Language Solutions, Globo, dan TNOLA Language mengatakan bahwa hasil terjemahan aplikasi penerjemah online gratis tidak bisa diandalkan. Ini disebabkan oleh ketidakakuratan terjemahan, ketidakmampuan aplikasi untuk melakukan transkreasi dan pelokalan, dan seperti yang disebutkan tadi, ketidakmampuan aplikasi untuk memahami makna, konteks, idiom, serta kiasan yang melekat pada suatu bahasa. Oleh karena sebab-sebab inilah pemerintah Amerika Serikat melarang penggunaan aplikasi penerjemah online gratis untuk menerjemahkan dokumen-dokumen kenegaraan penting. Google pun menyarankan bahwa hasil terjemahan Google Translate tidak bisa serta-merta digunakan sebagai pengganti penerjemah manusia.

Namun, di balik semua itu, ada satu masalah krusial yang konsekuensinya lebih fatal dari sekedar terjemahan yang kacau, yaitu potensi kebocoran data-data pribadi.

Bahaya Siber di Balik Aplikasi Penerjemah Online Gratis

Bahaya Siber di Balik Aplikasi Penerjemah Online Gratis - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Ketika Anda menggunakan aplikasi penerjemah online gratis, secara tidak sadar Anda memberikan data kepada perusahaan pemilik aplikasi tersebut. Google mengonfirmasi bahwa jika Anda memasukkan data ke Google Translate, data yang masuk akan disimpan oleh Google dan dapat digunakan oleh mereka, sehingga menimbulkan risiko kebocoran data. Jika perusahaan menggunakan jasa aplikasi penerjemah online gratis untuk menerjemahkan data sensitif mereka, terdapat ancaman nyata bahwa data tersebut akan terpampang secara publik di Google, atau lebih parah lagi, bocor dan diambil oleh penjahat siber.

Satu contoh nyata mengenai bahaya kebocoran data melalui aplikasi penerjemah online terjadi pada tahun 2017. Sebuah artikel berita dari situs web teknologi Slator yang menyadur dari media NRK di Norwegia mengabarkan bahwa perusahaan migas Statoil, yang dimiliki pemerintah Norwegia, mengalami kebocoran data penting dari website penerjemah Translate.com. Karyawan Statoil menemukan bahwa data yang dimasukkan ke Translate.com akan muncul di search engine Google beberapa saat berselang. Pada saat itu, Statoil sudah menggunakan situs tersebut selama beberapa waktu, sehingga bisa ditebak data mereka yang masuk ke Translate.com bocor ke publik.

Slator kemudian melakukan investigasi lebih lanjut dan menemukan banyak sekali data pribadi dari para pengguna Translate.com yang bocor ke Google. Ketika ditanya oleh NRK, Translate.com mengatakan bahwa semua data yang masuk akan disimpan untuk memperbaharui mesin terjemahannya. Apabila ada data pribadi yang masuk ke index Google melalui Translate.com, perusahaan tersebut memberikan opsi untuk menghapus data yang terlanjur tersebar. 

Kasus ini menyebabkan perusahaan-perusahaan Norwegia dan Skandinavia lainnya membatasi akses ke aplikasi penerjemah online gratis, termasuk Translate.com dan Google Translate.

Kebocoran data dari aplikasi penerjemah online gratis sering terjadi karena aplikasi-aplikasi tersebut umumnya menyimpan data yang masuk di cloud. Di satu sisi, sistem cloud memperbolehkan aplikasi-aplikasi ini menyimpan data sebanyak mungkin dan dapat diakses dengan cepat dan mudah, tetapi di sisi lain, sistem ini rentan diretas hacker yang dapat membocorkan data penting yang terkandung di dalamnya.

Perusahaan-perusahaan AI yang sering kali digunakan untuk proses penerjemahan juga memiliki kebijakan yang sama mengenai data yang dikirimkan pengguna kepada mereka. DeepL, contohnya, memegang hak atas penggunaan data dari user jika mereka menggunakan layanan terjemahan gratisnya. User diharuskan membayar subscription untuk menggunakan fitur-fitur premium DeepL dan membatalkan hak ini. Data yang terkumpul oleh DeepL akan digunakan untuk melatih AI mereka, tetapi masih ada kemungkinan bocor ke publik.

Alasan Penerjemah Manusia Lebih Baik daripada Penerjemah Mesin

Mengapa Penerjemah Manusia Lebih Baik daripada Penerjemah Mesin - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Pada akhirnya, meskipun aplikasi penerjemah online gratis lebih efisien, mudah, dan hemat waktu dan biaya untuk digunakan, hasil kerjanya masih belum bisa menandingi  penerjemahan yang dilakukan oleh manusia.

Alasannya, karena penerjemah manusia dapat memahami konteks dan nuansa dari narasi yang akan diterjemahkan, sehingga makna dan arti dari narasi tersebut dapat dipertahankan meskipun bahasanya diubah. Penerjemah manusia juga akan mempertahankan tone of voice dari narasi asli dan mengaplikasikan kreativitas dan sensitivitas budaya dalam pengerjaan penerjemahan. Hasil terjemahan manual juga lebih akurat, tepat sasaran, dan alami seperti narasi aslinya jika dibandingkan hasil terjemahan dari mesin.

Namun, yang paling penting, integritas manusia akan memastikan keamanan dari data yang diterjemahkan.

Pilihlah Wordsmith Group Sebagai Mitra Penerjemah Anda

Sekarang, Anda pasti bertanya, jika Anda memiliki naskah atau narasi yang perlu diterjemahkan sekarang juga, siapakah yang akan Anda percaya jika aplikasi penerjemah online gratis terbukti terlalu berisiko?

Percayakan tugas penerjemahan Anda ke Wordsmith Group. Kami memiliki jajaran penerjemah andal, baik sworn maupun certified, yang siap mengerjakan dokumen Anda sesuai situasi. Hasil terjemahan kami terjamin akurat dan dikerjakan secara efisien.

Jadi tunggu apa lagi? Kontak Wordsmith Group sekarang untuk mendapatkan jasa penerjemah andal dan tepat yang bisa Anda percaya!

Other Post

Pengertian dan Tujuan Komunikasi Bisnis

Pengertian dan Tujuan Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis memiliki peran yang penting sebagai elemen integral serta menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan dalam suatu perusahaan. Komunikasi bisnis bukan hanya sekadar perantara informasi, tetapi juga fondasi utama dalam membangun hubungan yang kuat antara...