Setiap tahun, perusahaan, badan usaha, maupun emiten diwajibkan membuat sustainability report sebagai bagian dari komitmen terhadap tujuan keberlanjutan di bidang ESG (Environmental, Social, and Governance). Dalam laporan tersebut, perusahaan diwajibkan menjabarkan rencana aksi ESG yang umumnya disusun dalam bentuk roadmap lima tahun. Melalui rencana ini, perusahaan menetapkan target strategis untuk memenuhi komitmen keberlanjutan dalam rentang waktu tersebut.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan energi yang mencanangkan program Zero Carbon 2030 akan memerinci rencana aksi mereka saat ini hingga tahun 2030. Penjelasan tersebut mencakup berbagai langkah strategis dan milestone tahunan yang akan dicapai selama program berlangsung.
Dalam merancang rencana aksi ini, perusahaan sering kali melibatkan konsultan ESG untuk mendampingi proses penyusunannya. Kepakaran konsultan mengenai pilar lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola (governance) sangat krusial dalam membantu perusahaan memahami langkah strategis yang harus diambil agar dapat memenuhi target ESG yang telah ditetapkan.
Panduan Praktis Merancang Rencana Aksi ESG 5 Tahun

Sumber: freepik.com
Dalam penyusunan rencana aksi ESG lima tahun, konsultan biasanya membagi proses menjadi tiga fase penting agar lebih praktis disusun dan dijalankan. Ketiga fase tersebut adalah fondasi, integrasi, dan optimalisasi. Fase fondasi memakan waktu satu tahun, integrasi membutuhkan waktu dua tahun, dan dua tahun sisanya difokuskan pada optimalisasi.
Padafase fondasi, fokus perusahaan terletak pada konsolidasi data serta diagnosis masalah. Langkah ini diawali dengan cara melaksanakan penilaian materialitas untuk mengidentifikasi isu ESG yang paling berdampak bagi bisnis dan pemangku kepentingan, seperti emisi karbon atau keamanan data. Setelah itu, perusahaan akan melakukan analisis kesenjangan (gap analysis) dengan membandingkan posisi ESG perusahaan saat ini terhadap standar industri atau regulasi, seperti POJK 51. Tahap ini ditutup dengan penetapan komitmen melalui penandatanganan kebijakan keberlanjutan dan pembentukan komite ESG.
Setelah fase fondasi selesai, dua tahun berikutnya dilanjutkan dengan fase integrasi. Pada tahap ini, perusahaan membangun dan mengimplementasikan sistem pengumpulan dan pencatatan data ESG yang akurat berbasis digital (digital-based). Perusahaan juga menyusun target perantara–seperti target pengurangan emisi karbon pada tahun ketiga– –serta melibatkan rantai pasok dalam program dan kebijakan keberlanjutan. Seluruh kebijakan tersebut mengacu pada prinsip-prinsip yang telah dianut pada tahun pertama, dan diimplementasikan dalam dua tahun berikutnya agar terbentuk budaya perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Rencana aksi ESG kemudian ditutup dengan dua tahun fase optimalisasi. Pada fase ini, perusahaan diharapkan mampu melahirkan inovasi produk atau layanan yang ramah lingkungan, seperti penerapan ekonomi sirkular atau pengembangan produk rendah karbon. Selain itu, perusahaan melakukan pelaporan eksternal yang kredibel sesuai kerangka kerja (framework) internasional dan mengintegrasikan sistem remunerasi, misalnya dengan memberikan insentif bagi karyawan yang mencapai target ESG. Fase ini menandakan bahwa perusahaan telah menginternalisasi konsep ESG secara mendalam dan menegaskan komitmennya dalam menjaga dampak kegiatan usaha terhadap lingkungan dan masyarakat.
Apa Manfaat Memiliki Rencana Aksi ESG yang Jelas?

Sumber: freepik.com
Apa sebenarnya keuntungan bagi perusahaan yang memiliki rencana aksi ESG yang jelas, runut, mendetail dan tersusun dengan baik?
Keberadaan rencana aksi ESG memberikan keunggulan kompetitif yang nyata di tengah iklim bisnis yang semakin memprioritaskan aspek keberlanjutan.
Perusahaan dapat memperoleh akses yang lebih mudah ke pasar modal karena investor dan perbankan cenderung memberikan bunga lebih rendah melalui skema green financing bagi perusahaan dengan nilai ESG yang baik. Selain itu, perusahaan akan lebih siap menghadapi perubahan regulasi karena sudah mengimplementasikan ketiga pilar tersebut ke dalam kegiatan usahanya. Fokus pada aspek ESG juga dapat menciptakan efisiensi operasional, seperti penghematan biaya energi dan pengurangan pemborosan material.
Terakhir, perusahaan yang memiliki rencana aksi ESG yang jelas akan memiliki resiliensi reputasi.Perusahaan memiliki bukti konkret bagi konsumen maupun karyawan bahwa mereka sungguh berkomitmen mendukung tujuan berkelanjutan, didukung oleh aksi nyata dan bukan sekadar praktik greenwashing.
Peran Konsultan ESG dalam Penyusunan Rencana Aksi

Sumber: freepik.com
Banyak perusahaan mengalami kesulitan dalam menyusun rencana aksi ESG secara mandiri karena keterbatasan pengetahuan mendalam mengenai pilar lingkungan, sosial, maupun tata kelola. Di sinilah peran konsultan ESG menjadi krusial untuk membantu perusahaan memahami dampak kegiatan usaha terhadap ketiga pilar tersebut secara komprehensif.
Konsultan ESG berperan dalam beberapa aspek utama:
- Penyedia Metodologi Objektif
Menggunakan kerangka kerja yang sudah teruji untuk melakukan double materiality assessment.
- Penghubung Antardepartemen
Menyatukan berbagai latar belakang dan dataset yang berbeda dari setiap departemen demi kepentingan rencana aksi yang terpadu.
- Tolok Ukur (Benchmark) Industri
Berbekal pengalaman ekstensif dalam menangani berbagai industri, konsultan mampu merancang rencana aksi yang kompetitif dan realistis.
Selain itu, konsultan ESG memastikan setiap data dan klaim yang dimasukkan ke dalam roadmap telah memenuhi standar audit. Hal ini sangat penting untuk melindungi perusahaan dari risiko hukum atau protes publik terkait validitas informasi.
Wordsmith Group: Konsultan ESG Andalan Perusahaan Anda
Penyusunan rencana aksi ESG untuk jangka waktu lima tahun merupakan langkah krusial bagi perusahaan dalam mengubah komitmen keberlanjutan menjadi aksi nyata yang terukur melalui fase fondasi, integrasi, dan optimalisasi. Dengan rencana aksi yang jelas, perusahaan tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban pelaporan, tetapi juga memperoleh manfaat strategis berupa efisiensi operasional, akses permodalan yang lebih mudah, serta reputasi yang tangguh di mata investor dan publik. Peran konsultan ESG menjadi kunci dalam memastikan setiap tahapan disusun berdasarkan metodologi yang objektif, realistis, dan sesuai dengan standar industri untuk menghindari risiko greenwashing.
Jika perusahaan Anda membutuhkan pendampingan ahli dalam merancang rencana aksi ESG, Wordsmith Group siap membantu. Selama lebih dari 20 tahun, kami telah dipercaya menjadi mitra strategis bagi berbagai industri dalam menyusun strategi keberlanjutan mereka. Dengan pengalaman ekstensif yang kami miliki, konsultan ESG Wordsmith Group siap mewujudkan rencana aksi limat tahun yang kredibel bagi perusahaan Anda. Silakan hubungi kami melalui email atau WhatsApp sekarang juga!



