Wordsmith Group Selenggarakan Pelatihan Penulisan Laporan Keberlanjutan Berbasis POJK untuk Perusahaan Konsultan Lingkungan di Surabaya

oleh | Jun 14, 2024 | blog

Wordsmith Group menyelenggarakan pelatihan penulisan laporan keberlanjutan berbasis POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) untuk ketiga kalinya. Pelatihan kali ini diselenggarakan untuk PT Properindo Enviro Tech di Surabaya, Jawa Timur selama dua hari pada tanggal 11-12 Juni 2024. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dari perusahaan konsultan lingkungan terkemuka di Surabaya ini terkait pelaporan keberlanjutan dan membekali mereka dengan keterampilan untuk menulis laporan keberlanjutan yang sesuai dengan framework dari POJK dan standar GRI.

Pelatihan ini menghadirkan Rory Ratnawati, seorang konsultan ESG dan penulis laporan keberlanjutan berpengalaman, sebagai pengampu pelatihan. Dengan keahliannya yang meluas, Rory memandu para peserta melalui berbagai materi pelatihan, mulai dari definisi dan tujuan pelaporan keberlanjutan hingga teknik penulisan yang menarik dan mudah dipahami. Rory juga membagikan pengalamannya menulis laporan keberlanjutan untuk berbagai perusahaan terkemuka.

Pelatihan ini berlangsung selama 12 jam dalam 2 hari.

Pelatihan yang Komprehensif dan Mendalam

Pelatihan ini dirancang secara komprehensif dan mendalam untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang pelaporan keberlanjutan kepada para peserta. Materi pelatihan antara lain meliputi:

  • Pengenalan Pelaporan Keberlanjutan: Diskusi tentang definisi, tujuan, manfaat, dan standar pelaporan keberlanjutan.
  • GRI Standards: Pemahaman mendalam tentang struktur, isi, dan penerapan GRI Standards untuk berbagai industri.
  • Praktik Penulisan Laporan Keberlanjutan: Prinsip-prinsip penulisan yang efektif, struktur dan format laporan, serta teknik penulisan yang menarik.
  • Studi Kasus: Analisis contoh laporan keberlanjutan dari berbagai perusahaan untuk mempelajari praktik terbaik.
  • Penyusunan Laporan Keberlanjutan: Langkah-langkah penyusunan laporan, pengumpulan dan analisis data, serta penulisan dan penyuntingan laporan.
  • Peraturan OJK: Pemahaman mendalam tentang POJK No. 51 Tahun 2017 dan Surat Edaran OJK Nomor Regulasi: 16/SEOJK.04/2021 terkait pelaporan keberlanjutan.
  • Implementasi Keuangan Berkelanjutan: Diskusi tentang peran “Person in Charge”, problem solving, kebijakan, prosedur, dan implementasi keuangan berkelanjutan.
  • Review Laporan Keberlanjutan Perusahaan: Teknik melakukan review dan presentasi laporan keberlanjutan.
  • Mari Membuat Laporan Keberlanjutan: Latihan menulis rencana implementasi dan laporan keberlanjutan, serta presentasi dan konsultasi dengan pemateri.

Diskusi dan Penggalian Definisi Keberlanjutan

Pelatihan ini diawali dengan diskusi dan penggalian definisi dari keberlanjutan. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa semua peserta memiliki pemahaman yang sejalan mengenai konsep keberlanjutan sebelum melanjutkan ke materi pelatihan berikutnya.

Diskusi Materiality Analysis

Materiality analysis merupakan salah satu aspek penting dalam pelaporan keberlanjutan. Dalam pelatihan ini, para peserta didorong untuk berdiskusi tentang bagaimana melakukan materiality analysis untuk perusahaan mereka.

Nama-nama perusahaan yang laporan keberlanjutannya akan dibedah oleh para peserta.

POJK 51 dan GRI Standards

Peserta diminta untuk mengunduh POJK 51 dan berdiskusi mengenai mengapa GRI Standards adalah standar yang paling banyak dipakai di dunia untuk menjadi patokan penulisan laporan keberlanjutan.

Para peserta diwajibkan membawa laptop dan mengunduh POJK terkait laporan keberlanjutan.

Penjelasan Content Sustainability Report Berdasarkan POJK

Rory Ratnawati memberikan penjelasan yang detail tentang content Sustainability Report berdasarkan POJK, sehingga para peserta memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang harus dibahas dan ada dalam laporan keberlanjutan.

Tabita Panggabean, salah seorang peserta, mengatakan bahwa salah satu pemahaman penting yang didapatkannya dari pelatihan ini adalah terkait transparansi. “Transparansi merupakan aspek terpenting dalam pengungkapan Laporan Keberlanjutan. Jika memang belum ada rincian kegiatan yang telah dilakukan sepanjang tahun data, sampaikan saja demikian, namun tetap ungkapkan perencanaan terkait topik tersebut. Yang tidak boleh adalah overclaim/greenwashing,” ungkapnya.

Salah satu peserta sedang membedah laporan keberlanjutan sebuah perusahaan BUMN.

Sementara itu, peserta lain, Silvi Wijayanti mengatakan bahwa ia merasa lebih percaya diri dalam menggarap laporan keberlanjutan setelah mengikuti pelatihan selama lebih 12 jam ini. “Hal yang juga penting adalah saya mempelajari cara memenuhi persyaratan POJK, yang sebelumnya sempat terlewatkan dari perhatian kami,” katanya.

Pelatihan penulisan laporan keberlanjutan berbasis POJK untuk PT Properindo Enviro Tech, 11-12 Juni 2024.

Wordsmith Group: Siap Membantu Perusahaan Mencapai Keberlanjutan

Wordsmith Group berkomitmen membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia mencapai tujuan keberlanjutan mereka, termasuk menyelenggarakan pelatihan penulisan laporan keberlanjutan berbasis POJK, di samping pelatihan berbasis ESG lainnya.  

Hubungi kami dengan inquiry Anda via info@wordsmithgroup.com atau WhatsApp untuk mempertegas perjalanan keberlanjutan perusahaan Anda dengan pelatihan, pelaporan dan konsultasi ESG dari tim Wordsmith Group.

 

 

Other Post

Mengapa Perusahaan Perlu Membuat Sustainability Report

Mengapa Perusahaan Perlu Membuat Sustainability Report

Di era modern yang semakin terhubung dan berkelanjutan, tanggung jawab sosial perusahaan dan transparansi operasional telah menjadi aspek penting dalam menjalankan bisnis. Konsumen, investor, dan mitra usaha kini melihat kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan...

Apa Tujuan Utama Copywriting dalam Digital Marketing?

Apa Tujuan Utama Copywriting dalam Digital Marketing?

Di era digital yang penuh dengan hiruk pikuk informasi, menarik perhatian audiens bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Ribuan pesan berlomba-lomba menyapa mata dan telinga kita setiap hari, membuat kompetisi untuk mendapatkan perhatian konsumen semakin ketat. ...