Kesalahan Umum Saat Menggunakan Jasa Interpreter

by | Feb 20, 2026 | blog

Di dunia yang sudah makin terhubung ini, perbedaan bahasa sudah bukan menjadi penghalang dalam berkomunikasi. Yang disebut language barrier perlahan-lahan sudah mulai terkikis, bahkan bisa dibilang mungkin runtuh. Salah satu faktor penyumbang di balik situasi ini adalah kerja keras para interpreter yang berhasil menjadi jembatan komunikasi antara dua pihak penutur bahasa yang berbeda. Bekerja secara real-time, seorang interpreter akan memastikan komunikasi yang terjadi dapat berjalan lancar, dengan nuansa budaya dan konteks yang tetap terjaga. Kecepatan interpreter dalam menerjemahkan pesan juga memastikan bahwa keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan pesan tersebut dapat diambil secepatnya.

Namun, interpreter hanya manusia biasa. Seperti manusia pada umumnya, ia juga tidak luput dari kesalahan dalam pekerjaannya. Namun, kesalahan yang dilakukan oleh interpreter dapat berakibat fatal jika tidak ditangani sesegera mungkin.

Dampak dari kesalahan interpreter meliputi distorsi informasi (rusaknya komunikasi akibat hilangnya beberapa informasi penting), penurunan kredibilitas interpreter maupun orang yang mempekerjakan interpreter tersebut, kerugian finansial dan waktu jika kesalahan interpreter terjadi dalam suatu pertemuan bisnis penting, dan rusaknya alur acara dan adanya kejenuhan pada audiens jika kesalahan interpreter terjadi dalam acara konferensi atau pertemuan.

Oleh karena itu, dalam menggunakan jasa interpreter atau ketika sedang mengerjakan proses interpreting, ada beberapa kesalahan mendasar yang harus dihindari. Artikel ini akan membahas kesalahan-kesalahan tersebut secara mendetail.

Tidak Memilih Metode Interpreting yang Tepat

Tidak Memilih Metode Interpreting yang Tepat - Wordsmith Group

Sumber: unsplash.com

Terdapat beberapa metode untuk melaksanakan proses interpreting, tetapi dua metode yang paling sering digunakan adalah metode consecutive interpreting dan simultaneous interpreting

Consecutive interpreting mengacu pada metode ketika interpreter menerjemahkan ucapan pembicara dalam interval tertentu, sehingga pembicara dan interpreter berbicara secara bergantian tanpa menggunakan peralatan. Sementara itu, simultaneous interpreting melibatkan pembicara dan interpreter yang berbicara bersamaan, yang mengharuskan interpreter mendengarkan pembicara di bilik khusus dan audiens mendengarkan suara interpreter dari headset yang dibagikan kepada mereka.

Kedua teknik ini memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Consecutive interpreting terasa lebih personal bagi audiens, tetapi dapat memecah alur pembicaraan jika durasi tidak diatur dengan baik, karena metode ini cukup memakan waktu dan dapat membuat audiens merasa jenuh. Sedangkan simultaneous interpreting memerlukan peralatan khusus dan menuntut beban kognitif yang cukup besar, tetapi dalam implementasinya lebih efisien dan profesional.

Pada akhirnya perdebatan mengenai metode yang terbaik antara consecutive dan simultaneous ditentukan oleh cara metode tersebut diimplementasikan untuk acara dan situasi yang berlangsung, karena salah satu kesalahan mendasar dalam proses interpreting adalah ketidakcocokan metode yang dipilih dengan skala dan format acara.

Metode consecutive cocok digunakan untuk negosiasi diplomatik, negosiasi bisnis, persidangan, atau konferensi pers, yang merupakan acara-acara berskala kecil tapi dengan jumlah audiens yang cukup besar. Jika metode simultaneous digunakan dalam situasi seperti ini, akan ada anggapan bahwa penyelenggara acara terkesan terlalu “berlebihan” dan kurang memberi waktu bagi para pihak yang terlibat untuk berpikir, berunding, serta tidak memberi kesempatan untuk melaksanakan notula on the spot.

Sebaliknya, metode simultaneous cocok digunakan untuk acara-acara berskala besar seperti seminar atau konferensi besar. Dalam situasi tersebut, metode consecutive dapat membuat audiens jenuh karena memakan waktu yang terlalu lama dan skala besar dari acara tersebut membuat metode consecutive dinilai tidak efisien dalam menyampaikan pesan yang diinginkan kepada para audiens.

Memilih metode yang tepat sesuai dengan skala dan format acara adalah sebuah cara agar pekerjaan interpreting dapat terlaksana dengan lebih efisien dan sesuai dengan ekspektasi klien.

Kurang Memberikan Briefing kepada Interpreter

Kurang Memberikan Briefing kepada Interpreter - Wordsmith Group

Sumber: unsplash.com

Sudah sewajarnya bagi seorang interpreter untuk mengetahui hal-hal yang akan ia hadapi dalam pekerjaannya: topik yang dibicarakan, pembicaranya, banyaknya audiens, bahasa yang akan dipergunakan kepada audiens, bahasa yang digunakan oleh pembicara, dan lain sebagainya. Perlu dipahami bahwa interpreter bukanlah “kamus berjalan” yang dapat memahami segala sesuatu yang harus ia sampaikan kepada audiens dari pembicara. Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk memberikan briefing kepada interpreter untuk mempersiapkannya setidaknya 2–3 hari sebelum acara agar ia memiliki cukup waktu untuk dapat melakukan riset mengenai topik yang akan ia bawakan sebelumnya.

Jika interpreter tidak mendapatkan briefing mengenai hal-hal yang harus ia sampaikan pada acara tersebut, ia tidak mendapat kesempatan untuk membangun glosarium yang dapat membantunya selama proses interpreting, sehingga akan kesulitan mengikuti alur acara tersebut dan hasil penjurubahasaannya akan kurang akurat.. 

Selain itu, proses briefing juga membantu interpreter memahami konteks, istilah teknis atau jargon, serta tujuan acara, agar sang interpreter dapat lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi acara yang akan ia kerjakan tanpa merasa kagok di tengah jalan. Pemahaman akan konteks dan tujuan acara akan membantu interpreter menyesuaikan nada bicara serta diksi, pemahaman jargon akan membantu interpreter menguasai bidang spesifik (seperti kedokteran, hukum, dan teknik) dengan mampu menggunakan istilah-istilah khusus  di bidang tersebut.

Mengabaikan Faktor Teknis untuk Interpreter

Mengabaikan Faktor Teknis untuk Interpreter - Wordsmith Group

Sumber: unsplash.com

Metode simultaneous merupakan metode interpreting yang sangat menekankan penggunaan peralatan seperti bilik khusus dan headphones, sehingga jika faktor teknis tersebut diabaikan, proses interpreting tidak akan berjalan sama sekali. Panitia acara harus mempersiapkan bilik kedap suara tempat sang interpreter akan menjalankan tugasnya supaya suara pembicara dan interpreter tidak saling bertabrakan. Headphones yang diberikan kepada audiens harus dapat memancarkan suara interpreter dengan jelas, sementara microphone yang digunakan oleh interpreter juga harus berfungsi dengan baik dan mampu mempertajam suara sang interpreter.

Bicara soal mempertajam suara interpreter, uji coba suara atau sound check sebelum acara dimulai merupakan bagian yang penting dari proses interpreting. Proses sound check memastikan bahwa microphone milik interpreter maupun headphones yang diterima oleh audiens (jika menggunakan metode simultaneous) serta speaker yang ada di lokasi acara dapat berfungsi dengan lancar. Tanpa sound check, acara akan rentan terganggu masalah-masalah teknis seperti interferensi frekuensi atau kabel audio yang terputus.

Memilih Interpreter Berdasarkan Harga Termurah

Dalam industri profesional, harga yang dipatok oleh seseorang biasanya mencerminkan jam terbang dan spesialisasi. Interpreter yang mematok harga mahal untuk jasanya biasanya memiliki pengalaman interpreting yang cukup banyak, pengetahuan yang mendalam mengenai bidang yang ia jurubahasakan (seperti kedokteran atau hukum), serta sudah mendapatkan sertifikasi yang mengesahkan posisinya sebagai seorang interpreter.

Sedangkan interpreter yang mematok harga murah belum tentu memiliki jam terbang ataupun sertifikasi yang diperlukan untuk menangani acara-acara berskala besar. Terdapat risiko interpreter melakukan kesalahan dalam interpreting atau hasil kerja yang berkualitas rendah jika seseorang memilih interpreter berdasarkan harga termurah.

Tidak Memperhatikan Etika dan Profesionalisme dalam Mempekerjakan Interpreter

Seperti yang disebutkan sebelumnya, interpreter hanyalah manusia biasa. Tentu interpreter dapat mengalami kelelahan berpikir (brain fatigue) jika diminta melakukan tugasnya tanpa istirahat atau jeda. Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk merancang dan menghargai jam kerja interpreter agar mereka dapat melaksanakan tugas secara optimal serta dapat cukup istirahat di sela-sela tugas.

Khusus metode simultaneous, standar internasional mewajibkan adanya sepasang interpreter untuk acara yang durasinya sekitar 60 menit atau lebih. Kedua interpreter ini akan saling bergantian menjalankan tugas mereka dalam shift selama 20–30 menit. Jika satu orang dipaksakan melakukan tugas interpreting untuk acara yang berdurasi lama, kualitas pekerjaannya akan menurun. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk merancang jadwal shift pasangan interpreter ini dalam melaksanakan metode simultaneous.

Tidak Membuat Kontrak atau Kesepakatan Tertulis dengan Interpreter

Tidak Membuat Kontrak atau Kesepakatan Tertulis dengan Interpreter - Wordsmith Group

Sumber: unsplash.com

Jika pihak klien dan interpreter tidak memiliki perjanjian “hitam di atas putih” yang mengikat, maka hubungan kerja akan berpotensi digoyahkan oleh konflik dan perselisihan. Dalam kontrak untuk interpreter, haruslah dicantumkan secara jelas jam kerja interpreter, kebijakan lembur, kebutuhan transportasi dan akomodasi, serta jika interpreter juga akan diminta menerjemahkan dokumen tertulis, yang merupakan ranah kerja translator. Adanya klausul-klausul tersebut dalam kontrak akan menghindari ketidakjelasan ruang lingkup kerja interpreter.

Kontrak yang baik juga akan melindungi interpreter dari penambahan kerja mendadak yang tidak sesuai dengan kesepakatan, serta melindungi klien dari pembatalan kerja sepihak. Potensi miskomunikasi apa pun di antara kedua belah pihak akan dapat dicegah.

Wordsmith Group Siap Membantu Kebutuhan Interpreter Anda

Wordsmith Group Siap Membantu Kebutuhan Interpreter Anda - Wordsmith Group

Sumber: unsplash.com

Keberhasilan komunikasi lintas bahasa dalam suatu acara tidak hanya bergantung pada kompetensi interpreter, tetapi juga kualitas manajemen manusia yang baik dari pihak klien atau penyelenggara acara. Menghindari kesalahan-kesalahan teknis, administratif, dan pemilihan jenis layanan akan memastikan kelancaran pekerjaan interpreter dan akan membuat kebutuhan interpreting Anda terpenuhi dengan sempurna.

Jika Anda membutuhkan interpreter berkualitas tinggi dengan pengalaman yang mumpuni untuk acara Anda, jangan khawatir. Hubungi Wordsmith Group lewat email atau WhatsApp hari ini, dan kami pastikan acara Anda ditangani oleh interpreter terbaik yang bisa Anda bayangkan!

Other Post

Apakah Machine Translation Dapat Dipercaya?

Apakah Machine Translation Dapat Dipercaya?

Kita sering sekali mengandalkan aplikasi berbasis machine translation dalam kehidupan sehari-hari untuk menerjemahkan istilah-istilah asing di sekitar kita, tapi pernahkan kita berhenti sejenak dan berpikir, apakah hasil terjemahan mesin bisa kita percaya? Mari kita...

Tips Menghindari Penipuan Jasa Penerjemah

Tips Menghindari Penipuan Jasa Penerjemah

Saat ini, kebutuhan akan layanan penerjemahan tersumpah makin meningkat, terutama untuk dokumen resmi seperti ijazah, kontrak kerja, hingga dokumen imigrasi. Namun, di balik kemudahan layanan online yang ditawarkan sekarang, risiko penipuan juga ikut meningkat. Banyak...

Checklist Lengkap Sebelum Publish Annual Report

Checklist Lengkap Sebelum Publish Annual Report

Sebelum Annual Report dipublikasikan, proses pengecekan akhir wajib dilakukan secara menyeluruh, bahkan ketika Anda sudah menggunakan jasa penyusunan Annual Report profesional. Dokumen ini bukan sekadar laporan tahunan biasa, melainkan representasi resmi kinerja dan...