Peran Terjemahan Jitu dalam Melejitnya “Drama China” di Indonesia

by | Jan 30, 2026 | blog

Bayangkan Anda baru pulang kerja. Setelah lelah beraktivitas seharian, Anda memutuskan untuk mandi, memesan makan lewat Go-Food, terus bersantai di sofa. Anda mengambil remote control dan menyalakan TV, sambil berpikir, “Streaming service apa yang mau saya akses hari ini? Dan apa yang akan saya tonton?”

Streaming service memang memberikan Anda banyak pilihan tontonan untuk dinikmati: mulai dari drama Korea, drama Jepang, film-film Hollywood, hingga serial-serial buatan lokal yang kualitasnya tak kalah dari produksi luar negeri. Namun, yang baru-baru ini sedang trending di kalangan masyarakat Indonesia adalah serial drama dari Tiongkok, atau biasa disebut Drama China (dracin).

Menurut data dari WeTV Indonesia, pada tahun 2025 sekitar 30–40 persen dari audiens mereka menonton drama Tiongkok yang disajikan oleh streaming service tersebut, sementara tren pertumbuhan yang sama juga ditunjukkan oleh iQIYI Indonesia. Streaming service tersebut menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, 25–35 persen traffic yang mengarah ke mereka merupakan penonton drama Tiongkok.

Demografi umum dari penonton drama Tiongkok berasal dari usia muda dan produktif, sekitar 15–34 tahun, dengan 65% dari mereka perempuan. Ini menunjukkan bahwa drama Tiongkok memiliki basis penonton yang muda dan loyal, yang berkat keberhasilannya membangun koneksi emosional dengan penonton melalui tema relasi personal dan konflik keluarga, membuat mereka mampu menyelesaikan satu serial dan beralih ke serial lainnya.

Pesatnya perkembangan drama Tiongkok tak lepas dari banyaknya microdrama dari Negeri Tirai Bambu yang berseliweran di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Microdrama merupakan cuplikan berdurasi 3–5 menit dari sebuah drama yang dikemas dalam format portrait (alih-alih landscape seperti tayangan drama biasanya) dan dimuat di media sosial setidaknya 1–2 hari sekali. Banyaknya microdrama di media sosial membuat penonton merasa tertarik dan mencari tahu tentang versi lengkap dari microdrama tersebut, yang pada akhirnya membuat mereka mencari dan menonton drama tersebut di platform streaming service.

Namun, bahasa Mandarin yang merupakan bahasa sehari-hari dalam drama Tiongkok tentu tidak akan serta-merta dimengerti oleh audiens Indonesia, terutama mereka yang tidak memiliki latar belakang bahasa Mandarin. Oleh karena itu proses translation (penerjemahan) dan localization (pelokalan) memiliki andil besar dalam memantik minat masyarakat Indonesia terhadap drama Tiongkok.

Peran Translation dalam Menyajikan Media Luar ke Audiens Lokal

Peran Translation dalam Menyajikan Media Luar ke Audiens Lokal - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Proses translation pada dasarnya adalah mengalihkan sebuah konten dari satu bahasa ke bahasa yang lain tanpa menghilangkan konteks dan makna yang ada dalam konten tersebut.

Agar drama Tiongkok dapat dimengerti oleh audiens Indonesia, maka translation merupakan proses penting yang tidak bisa dihindarkan. Tidak semua penonton dapat memahami bahasa Mandarin, tetapi untuk dapat menikmati cerita yang digambarkan dalam drama Tiongkok, diperlukan pemahaman terhadap bahasa Mandarin yang merupakan bahasa pengantar dari drama Tiongkok. 

Pada umumnya proses translation untuk media digital dilaksanakan melalui dua cara: melalui subtitling atau dubbing.

Subtitling merupakan metode translation dengan memasukkan teks terjemahan dialog pada media di bagian bawah layar. Metode ini mempertahankan audio track dari media yang menggunakan bahasa asli, tetapi pada saat bersamaan memberikan kesempatan bagi audiens untuk memahami konteks dan konten dari media tersebut melalui teks panduan yang tampil di layar. 

Sementara itu, dubbing merupakan metode translation yang mengganti audio track bahasa sumber dengan audio track bahasa sasaran  sembari mempertahankan konteks dan konten yang ada.

Kedua metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan: Subtitling mempertahankan nuansa asli dari konten yang ditonton, sementara dubbing akan membuat audiens lebih cepat memahami konten yang tersedia. Di kalangan penggemar anime dan K-drama sering ada perdebatan mengenai subs vs dubs: Mana yang lebih baik antara subtitling dan dubbing? Namun, tidak ada yang salah dari kedua metode tersebut karena, pada akhirnya, metode yang dianggap lebih baik bergantung pada preferensi audiens konten tersebut.

Peran Localization dalam Membuat Konten Luar Negeri Dipahami Secara Lokal

Peran Localization dalam Membuat Konten Luar Negeri Dipahami Secara Lokal - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Tak kalah pentingnya dengan translation, dalam proses mengadaptasi media dari luar negeri untuk konteks Indonesia diperlukan juga proses localization.

Localization mengacu pada proses mengadaptasi konteks dalam media dari luar negeri ke konteks yang dipahami audiens sasaran—dalam kasus ini, pemahaman masyarakat Indonesia pada umumnya. Tidak semua konteks dalam media luar negeri dapat diadaptasi ke pemahaman masyarakat Indonesia, tetapi konteks dasar yang secara universal dapat dimengerti oleh orang-orang di seluruh dunia perlu diadaptasi.

Dalam konteks drama Tiongkok, proses localization akan membantu mengadaptasi idiom dan lelucon spesifik yang mungkin terasa lucu dalam konteks Tiongkok tapi akan terasa asing dalam bahasa Indonesia, atau membantu menghindari pergesekan yang ditimbulkan oleh perbedaan nilai antara orang Tiongkok dan orang Indonesia, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap kedua kebudayaan tersebut. 

Pada akhirnya, proses localization berperan penting dalam membuat konten luar negeri, dalam kasus ini drama Tiongkok, lebih beresonansi pada audiens Indonesia.

Peran Translation dan Localization dalam Menyajikan Drama Tiongkok ke Audiens Indonesia

Peran Translation dan Localization dalam Menyajikan Drama Tiongkok ke Audiens Indonesia - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Tidak bisa dipungkiri, proses translation dan localization membawa andil besar dalam meningkatkan minat audiens Indonesia menonton drama Tiongkok. Kedua proses tersebut membantu membuat cerita drama Tiongkok lebih dimengerti oleh masyarakat luas di Indonesia, apalagi dengan berbagai format cerita yang dianggap refreshing di tengah gempuran K-drama yang dianggap terlalu formulaik selama beberapa tahun belakangan.

Menilik proses translation dan localization yang digunakan oleh streaming services di Indonesia untuk drama Tiongkok, kebanyakan menggunakan metode subtitling untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Metode ini dipilih karena beberapa alasan. 

Yang pertama, karena sentimen bahwa penggunaan subtitle akan lebih menjaga nuansa asli yang terkandung dalam drama Tiongkok yang diterjemahkan, sehingga audiens dapat merasakan suasana otentik dari drama yang mereka tonton sekaligus memahami jalan ceritanya dari teks subtitle yang mereka baca. Dalam kata lain, audiens dapat memahami keseluruhan drama tersebut, baik dari perspektif negara asal maupun dari perspektif lokal.

Yang kedua, metode subtitling lebih hemat dalam segi waktu dan tenaga manusia. Proses subtitling hanya membutuhkan proses penerjemahan dan editing video untuk memasukkan teks subtitle. Sedangkan untuk dubbing, harus melalui proses perekaman audio track lokal, penyuntingan audio keseluruhan dari media untuk menyesuaikan dengan audio track yang baru, serta penyuntingan-penyuntingan lain untuk memastikan bahwa keseluruhan drama Tiongkok yang akan ditayangkan bisa dinikmati secara seamless. Jumlah voice actor di Indonesia yang tergolong sedikit juga menambah tantangan—satu orang bisa merangkap 2–3 peran—sehingga memakan waktu yang jauh lebih lama untuk menyajikan drama Tiongkok yang sudah diterjemahkan ke audiens.

Strategi jitu yang diterapkan oleh jasa streaming service ini membantu memperkuat posisi Indonesia di pasar hiburan Tiongkok, terbukti dari berselarasnya minat menonton yang tinggi dengan potensi Indonesia sebagai mitra strategis dalam pemasaran drama Tiongkok di Asia Tenggara.

Butuh Terjemahan Jitu? Percayakan ke Wordsmith Group

Sekarang, bayangkan Anda adalah seorang karyawan yang bekerja untuk salah satu dari sekian banyak jasa streaming service di Indonesia. Ketika Anda sedang mencari-cari konten baru yang bisa Anda ajukan untuk ditayangkan di streaming service Anda, Anda menemukan drama Tiongkok baru yang belum ada terjemahannya sama sekali. Tentu Anda harus melakukan proses translation dan localization untuk drama tersebut, bukan?

Jangan khawatir, Wordsmith Group ada untuk Anda.

Wordsmith Group siap membantu kebutuhan translation dan localization Anda dengan layanan terjemahan terpadu untuk media dari luar negeri. Kami juga siap membantu proses terjemahan untuk subtitle dan proses localization drama Tiongkok yang Anda inginkan dengan cepat dan efisien. Jadi tunggu apa lagi? Serahkan tugas terjemahan Anda kepada kami dan dapat kami pastikan drama Tiongkok terbaru yang ditayangkan jasa streaming service Anda akan diterjemahkan secara akurat dan jitu!

Other Post

Terjemahan Kontrak & Perjanjian Hukum

Terjemahan Kontrak & Perjanjian Hukum

Dokumen hukum, seperti kontrak dan perjanjian,berfungsi sebagai pilar utama dalam pengelolaan bisnis. Kesalahan penerjemahan pada dokumen legal dapat menimbulkan risiko serius, mulai dari salah tafsir hingga sengketa antar pihak. Oleh karena itu, menggunakan...

Kesalahpahaman Umum antara Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan

Kesalahpahaman Umum antara Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan

Praktik pelaporan perusahaan menunjukkan bahwa laporan tahunan dan laporan keuangan masih sering dianggap sebagai dokumen yang sama. Hal ini terjadi karena keduanya sama-sama memuat informasi kinerja dan disusun secara berkala. Persepsi ini kerap ditemui oleh...