Terdapat banyak metode untuk melaksanakan pekerjaan interpreting, tetapi salah satu metode yang cukup sering digunakan di seluruh dunia adalah metode consecutive interpreting. Metode ini melibatkan pembicara dan interpreter menyampaikan pesan yang sama tapi dengan bahasa yang berbeda secara bergantian; sang pembicara dengan bahasa asing, sementara interpreter dengan terjemahan yang dapat dimengerti oleh audiens.
Biasanya metode consecutive interpreting ini digunakan pada konferensi pers, pertemuan berskala kecil, persidangan, maupun negosiasi dengan dua atau lebih pihak. Metode ini cocok untuk situasi-situasi tersebut karena dapat menciptakan suasana yang lebih santai dan intim, pesan yang disampaikan dapat diserap oleh audiens secara lebih efektif dan akurat, dan dapat menjaga komunikasi dua arah yang lebih terfokus antara pembicara dan interpreter serta audiens.
Dalam melaksanakan metode consecutive, seorang interpreter dituntut untuk membuat catatan tentang apa yang disampaikan oleh pembicara sehingga ia dapat dengan cepat menerjemahkan dan menyampaikan pesan dari pembicara tersebut. Namun, proses note-taking ini dapat menjadi tantangan tersendiri, apalagi mengingat bahwa dalam metode consecutive, interpreter dituntut untuk menyampaikan pesan dari sang pembicara begitu giliran pembicara tersebut selesai.
Tujuan Interpreter Melaksanakan Note-Taking

Sumber: unsplash.com
Dalam melakukan tugasnya, interpreter tidak disarankan untuk mencatat semua yang disampaikan oleh pembicara. Kesalahan paling mendasar dalam consecutive interpreting adalah ketika sang interpreter malah membuat transkrip dari ucapan pembicara, bukannya poin-poin penting yang disampaikan. Jika interpreter menuliskan transkrip, maka ada risiko nyata bahwa poin-poin penting dari pembicara tidak tersampaikan sebagai akibat hilangnya fokus dari interpreter tersebut saat mencatat.
Oleh karena itu, catatan interpreter bertujuan penting sebagai pemicu memori (memory trigger) yang berisikan poin-poin inti dari ucapan pembicara, yang memudahkan interpreter untuk merangkai ulang dan menerjemahkan pesan dari pembicara tersebut.
Teknik Note-Taking bagi Interpreter

Sumber: unsplash.com
Prinsip utama dari catatan interpreter adalah menangkap makna ucapan sang pembicara. Namun, di saat yang bersamaan, merangkum semua ucapan pembicara memakan waktu. Padahal, dalam metode consecutive sang interpreter harus langsung menyampaikan terjemahan begitu giliran pembicara selesai. Oleh karena itu, dalam mencatat inti pesan pembicara, interpreter harus dapat melakukan visualisasi dari konsep dengan menggunakan simbol dan singkatan.
Sebagai contoh, ketika pembicara menyampaikan pesan “ekspor menurun tajam”, dalam catatannya interpreter akan menuliskannya dengan simbol Exp ↓. Interpreter harus memiliki kamus pribadi dalam otaknya untuk dapat menafsirkan secara cepat simbol dan singkatan yang ia gunakan dalam catatannya. Umumnya, interpreter akan menggunakan simbol dan singkatan seperti berikut ini:
- Simbol Logika:
- ∵ (karena)
- ∴ (oleh karena itu)
- + (tambah/selain itu)
- ? (pertanyaan/ketidakpastian)
- Simbol Arah/Tren:
- → (menyebabkan/menuju)
- ↗ (meningkat/tumbuh)
- ↔ (hubungan/negosiasi)
- Singkatan Standar: w/o (tanpa), ASAP (sesegera mungkin), Ind (Indonesia).
Selain itu, interpreter harus memahami struktur letak S-V-O (subjek-verba-objek) dalam merangkai pesan yang diterjemahkan. Hal ini dapat dilakukan dengan strategi diagonalisme (diagonal translation) atau stepped notes yang menempatkan subjek pada bagian kiri atas, verba pada bagian tengah, dan objek pada kanan bawah.
Sebagai contoh, jika pembicara mengatakan “The Government is planning to increase funding for education”, interpreter dapat mencatatnya sebagai berikut:
Gov
↑
$ Edu
Untuk mencegah bercampurnya satu gagasan dengan gagasan yang lain dalam satu pesan yang disampaikan oleh pembicara, interpreter harus mampu menetapkan batasan ide dari pesan yang diterjemahkan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan garis horizontal untuk memisahkan tiap gagasan utama yang dicatatkan, dengan petunjuk audio dari pembicara melalui kata-kata hubung seperti but, however, atau moreover.
Selain itu, karena otak manusia kesulitan mengingat data-data spesifik, interpreter harus memprioritaskan pencatatan angka dan statistik, nama orang dan organisasi, urutan waktu, serta istilah-istilah teknis. Dengan semua detail spesifik yang sudah dicatat, otak interpreter dapat memahami alur cerita dengan lebih mudah, sehingga dapat secara otomatis melengkapi informasi saat menyampaikan terjemahan.
Manfaat Note-Taking bagi Interpreter

Sumber: unsplash.com
Dengan melakukan note-taking dari ucapan pembicara, banyak manfaat yang dapat diperoleh interpreter untuk membantu tugasnya menafsirkan pesan.
Di antaranya, catatan interpreter dapat mengurangi beban kognitif yang akan muncul dari kegiatan mendengarkan, menganalisis, dan menerjemahkan secara bersamaan. Apalagi ketika interpreter harus mendengarkan pidato panjang lebar dari pembicara, mengingat otak manusia memiliki keterbatasan dalam memori jangka pendek.
Selain itu, catatan interpreter membantu menjaga akurasi data spesifik, mempertahankan alur logika melalui penggunaan simbol dalam memperlihatkan struktur argumen pembicara, memberikan rasa percaya diri karena semua poin penting dari pembicara pasti tercatat, dan membantu koreksi mandiri sang interpreter dengan meninjau ulang catatan yang sudah dibuat.
Keahlian Penting yang Perlu Diasah
Memang, membuat catatan dengan teknik penggunaan simbol, singkatan, serta diagonalisme adalah pekerjaan yang cukup rumit dan dapat membuat jenuh orang ketika pertama mencobanya. Namun, seiring dengan waktu, jika interpreter pemula mendorong diri untuk melakukan teknik ini dalam pekerjaannya, ia akan menyadari bahwa menangkap poin-poin penting pembicara untuk diterjemahkan akan makin mudah. Keterampilan ini lambat laun menjadi sesuatu yang alami bagi interpreter, sehingga hasil penjurubahasaannya akan semakin berbobot dan berkualitas.
Apakah Anda mencari interpreter yang dapat memberikan hasil penjurubahasaan berkualitas tertinggi? Jangan khawatir. Hubungi Wordsmith Group melalui email atau WhatsApp, dan kami akan memenuhi permintaan Anda dengan menyediakan interpreter yang berkompetensi tinggi dan memiliki jam terbang yang mumpuni. Tentu saja, mereka sudah cukup piawai dengan teknik yang dijelaskan di artikel ini.



