Keterampilan De-eskalasi Interpreter di Tengah Panasnya Acara

by | Apr 17, 2026 | blog

Interpreter kerap ditugaskan untuk bekerja pada acara forum diskusi antara dua kubu yang berlawanan yang membutuhkan penerjemahan ke bahasa Inggris atau bahasa lainnya, seperti negosiasi perdamaian atau perdebatan antara dua politisi yang sedang berselisih paham. Suasana dalam acara tersebut dapat memanas seiring sengitnya perdebatan antara kedua pihak, dan perdebatan tersebut akan masuk dalam materi yang harus disampaikan oleh interpreter. Ketika interpreter menemukan dirinya berada dalam situasi yang tegang dan panas, ia harus tetap memiliki kepala dingin dan melaksanakan de-eskalasi agar dapat fokus dalam pekerjaannya serta dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikan kepada audiens secara wajar.

Artikel ini akan membahas tentang keterampilan-keterampilan yang perlu dikuasai oleh interpreter dalam melakukan de-eskalasi situasi saat bertugas.

Dilema Interpreter dalam Menyeimbangkan Kata dan Konteks

Dilema Interpreter dalam Menyeimbangkan Kata dan Konteks - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Sebagai seseorang yang bertugas sebagai “jembatan” antara para pembicara dengan audiens, interpreter sering kali menemukan dirinya tersangkut dalam situasi pelik jika tensi antarpembicara makin memanas. Jika pembicara A melontarkan hinaan yang menyerang pribadi pembicara B, apakah seorang interpreter harus mengulang hinaan tersebut dengan nada yang sama?

Kita patut mengingat bahwa tugas seorang interpreter adalah menyampaikan pesan dari para pembicara ke bahasa ibu, bukan hanya kata-kata secara harfiah. Di Wordsmith Group, kami percaya bahwa interpreter profesional memiliki peran penting sebagai fasilitator komunikasi. Jika sebuah hinaan diterjemahkan terlalu kasar sehingga jalur komunikasi tertutup sama sekali, maka tugas interpreter sebagai fasilitator dianggap gagal. Interpreter juga harus menjunjung tinggi prinsip netralitas, yaitu tidak boleh terlihat setuju atau tidak setuju dengan kemarahan pembicara dan tetap menyampaikan pesan kemarahan secara proporsional dengan ekspresi biasa.

Teknik Interpreter dalam De-eskalasi Situasi

Teknik Interpreter dalam De-eskalasi Situasi - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Ketika tensi sudah memanas antarpembicara, interpreter memiliki beberapa strategi untuk memastikan suasana acara tetap aman terkendali dan audiens juga masih dapat mengikuti jalannya acara tanpa harus merasakan perdebatan yang terjadi.

Teknik pertama adalah dengan melakukan eufemisme taktis. Ketika para pembicara sudah mulai berdebat dengan panas dan melontarkan hujatan dan ejekan, interpreter akan langsung bekerja mengganti kata makian yang bersifat sangat personal dengan istilah yang menunjukkan derajat kemarahan yang sama tetapi tetap dalam koridor profesional, seperti “Pernyataan Anda sangat tidak bisa diterima” atau “Saya sangat keberatan dengan sikap Anda”. Dengan demikian, audiens akan mengerti bahwa terjadi sebuah perdebatan di antara para pembicara, tanpa harus mengetahui tentang hujatan dan ejekan yang terjadi di antara mereka.

Interpreter juga bisa melakukan peralihan pembicaraan dari personal ke objektif. Jika seorang pembicara melontarkan makian, “Anda bodoh!” ke lawan bicaranya, maka interpreter akan menyampaikan kepada audiens bahwa pembicara tersebut mengatakan, “Pernyataan Anda tidak masuk akal bagi saya”. Dengan ini intensitas konflik antarpembicara bagi audiens akan tetap terjaga di level argumentasi, bukan di level penyerangan pribadi seseorang.

Teknik yang terakhir adalah penjagaan intonasi kata dari interpreter. Jika pembicara sudah mulai berteriak, interpreter tidak perlu ikut berteriak mengikutinya. Ia harus menggunakan nada bicara yang tegas, tenang, dan terkontrol untuk membantu menurunkan tensi di ruangan secara psikologis.

Teknik Interpreter dalam Mengoreksi Diri di Tengah Panasnya Situasi

Teknik Interpreter dalam Mengoreksi Diri di Tengah Panasnya Situasi - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Terkadang, di tengah panasnya suasana acara, interpreter akan secara tidak sengaja terbawa suasana dan melakukan kesalahan di tengah tugasnya, entah mengucapkan terjemahan yang salah atau terbawa perdebatan yang terjadi dan menyampaikan sesuatu yang tidak patut didengarkan oleh audiens. Untuk menyikapi ini, interpreter akan melakukan teknik-teknik berikut ini.

Yang pertama adalah melaksanakan pivot (pengalihan pembicaraan) secara halus dan berkelas. Interpreter tidak boleh panik atau meminta maaf secara berlebihan yang dapat membuang waktu yang sangat penting. Gunakan frasa standar seperti “Correction, the interpreter meant…” atau “To clarify…” lalu lanjutkan secepatnya.

Kemudian, interpreter juga harus mengetahui saat ia dapat melakukan interupsi ketika terjadi kesalahan dalam acara. Jika kesalahan tersebut fatal (misalnya salah menerjemahkan angka dalam nilai kontrak atau pasal hukum), interpreter wajib segera interupsi dengan sopan: “Excuse me, the interpreter would like to correct a point.”

Dan yang terakhir, interpreter haruslah mengerjakan tugasnya dengan penuh integritas. Jika kesalahan dalam bertugas baru disadari setelah sesi selesai, tetap laporkan kepada klien atau pimpinan delegasi. Transparansi adalah kunci keberhasilan seorang interpreter dalam melaksanakan tugasnya.

Percayakan Pekerjaan Interpreting Anda kepada Wordsmith Group

Dalam situasi apa pun, seorang interpreter harus dapat menjaga diri agar tidak terbawa suasana. Tugas interpreter adalah sebagai penghubung komunikasi antara para pembicara dengan audiens dan sudah seharusnya mereka memposisikan diri sebagai pihak netral yang tidak memihak kepada salah satu atau ke semua pembicara yang ada di sebuah acara. Keterampilan interpreter untuk melakukan de-eskalasi situasi sangatlah penting agar dapat menjaga esensi dari pesan yang akan dikomunikasikan kepada audiens, meskipun para pembicara sedang terkunci dalam perdebatan sengit. Kualitas kerja terbaik interpreter datang dari seseorang yang mampu mengendalikan diri dan tetap tenang dalam situasi dan suasana apa pun, tanpa memedulikan apakah para pembicara akan termakan emosi mereka sendiri dan membuat semuanya menjadi runyam.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Wordsmith Group dapat menjamin bahwa hasil interpreting dari para interpreter kami sudah dalam kualitas yang paling tinggi. Jika acara Anda membutuhkan interpreter terbaik yang bisa didapatkan, jangan segan untuk menghubungi kami lewat email atau WhatsApp.

Other Post

Mengenal Shadowing, Keterampilan Penting dalam Proses Interpreting

Mengenal Shadowing, Keterampilan Penting dalam Proses Interpreting

Dalam melaksanakan tugas interpreting, seorang interpreter atau juru bahasa harus menguasai keterampilan-keterampilan tertentu agar dapat dengan fasih dan cekatan menerjemahkan pesan dari satu bahasa ke bahasa lainnya lalu menyampaikan pesan terjemahan tersebut secara...