Melaporkan Target Keberlanjutan yang Gagal di Sustainability Report

by | Apr 24, 2026 | blog

Meskipun perusahaan sudah merancang rencana aksi keberlanjutannya dengan matang, tetapi realita sering kali tidak seindah ekspektasi. Rencana yang sudah digarap, bisa saja menemui tantangan yang begitu berat sehingga perusahaan tidak bisa menjalankan rencananya hingga akhir tahun berjalan. Ketika perusahaan gagal menjalankan rencana keberlanjutan yang sudah dicanangkan, mereka dihadapkan pada sebuah dilema yang pelik. Apakah perusahaan akan jujur tentang kegagalan mereka dengan risiko turunnya reputasi di mata pemangku kepentingan atau menutupi kegagalan tersebut dengan risiko konsekuensi hukum jika ketahuan?

Artikel ini akan membahas cara terbaik bagi perusahaan untuk menyikapi dilema tersebut, yaitu dengan mengomunikasikan kegagalan tersebut dengan jujur dan transparan sekaligus menekankan komitmen perusahaan untuk memitigasi kegagalan tersebut di masa depan.

Dalam penyusunan Sustainability Report (SR), integritas adalah mata uang utama. Investor dan pemangku kepentingan lebih memercayai perusahaan yang jujur tentang tantangannya ketimbang perusahaan yang hanya menampilkan keberhasilan tanpa cela.

Berikut adalah langkah-langkah strategis untuk menarasikan kegagalan tersebut:

Mengomunikasikan Kegagalan dalam Sustainability Report

Mengomunikasikan Kegagalan dalam Sustainability Report - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Jika perusahaan gagal mencapai target keberlanjutan atau gagal dalam melaksanakan rencana dan kebijakan keberlanjutannya, mereka harus mengomunikasikan kegagalan tersebut dengan pendekatan yang membuat perusahaan terlihat jujur dan terbuka dengan kegagalannya, tetapi pada saat yang bersamaan tidak menurunkan reputasi akibat kegagalan tersebut.

Perusahaan harus mengadopsi pendekatan radical transparency, dengan cara mengakui kegagalan yang sudah dialami dengan jelas di bagian laporan yang relevan, seperti pada tabel perbandingan target vs realisasi. Gunakan contoh narasi seperti “Tahun ini, kami belum berhasil mencapai target pengurangan emisi karbon sebesar 25%, karena realisasi saat ini berada di angka 10%.” Jangan sekali-kali menyembunyikan kegagalan yang dialami perusahaan di catatan kaki atau di bagian belakang laporan.

Kegagalan yang dialami oleh perusahaan haruslah dipandang sebagai sebuah insight baru, yang dijabarkan secara objektif perusahaan melalui faktor-faktor penyebab perusahaan tersebut gagal. Faktor-faktor tersebut mencakup faktor eksternal seperti gangguan rantai pasok global, perubahan regulasi mendadak, atau krisis energi, maupun faktor internal seperti keterlambatan implementasi teknologi baru atau perubahan struktur organisasi.

Setelah itu, perusahaan juga disarankan untuk mencoba mengontektualisasikan kegagalannya, menunjukkan kepada pembaca bahwa kegagalan di satu titik tertentu bukan berarti kegagalan sistemik. Seperti melesetnya target tahunan, data tersebut dapat dikorelasikan dengan tren lima tahun dari perusahaan. Misalkan target pengurangan emisi perusahaan pada tahun ini tidak memenuhi target, tapi masih memenuhi syarat dari tren penurunan emisi yang sudah diprediksi, maka data tren tersebut harus digunakan untuk memberikan pembaca perspektif yang lebih luas.

Bagian terpenting dalam mengomunikasikan kegagalan dalam Sustainability Report bagi sebuah perusahaan adalah pemaparan rencana mitigasi dan perbaikan (roadmap to recovery). Apa yang akan dilakukan oleh perusahaan di tahun mendatang agar kegagalan tersebut tidak terulang? 

Dalam memaparkan rencana mitigasinya, perusahaan harus menjelaskan langkah taktis yang akan ditempuh. Apakah perusahaan akan meningkatkan investasi pada research and development? Mengganti vendor? Atau menyesuaikan target operasional? Perusahaan juga perlu memperbaharui targetnya; jika target tersebut terlalu ambisius, tentu dengan pernyataan yang mengatakan bahwa perusahaan sedang melakukan kalibrasi ulang target agar lebih selaras dengan kondisi industri terbaru.

Pada akhirnya, kegagalan merupakan langkah yang sangat krusial bagi pembelajaran perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan momen tersebut sebagai turning point untuk pertumbuhan kognitif perusahaan. Mereka harus mampu menyampaikan kepada pembaca apa yang sudah mereka pelajari dari kegagalan tersebut, agar pembaca bisa melihat perusahaan sebagai entitas yang adaptif dan terus belajar.

Membandingkan Narasi Sustainability Report yang Baik dan Buruk

Tabel berikut menunjukkan contoh narasi mengenai kegagalan perusahaan yang tidak tepat dan yang tepat dalam sebuah Sustainability Report. Narasi yang salah akan bernada defensif dan tidak mengakui kesalahan ataupun kekurangan dari perusahaan, sedangkan narasi yang benar menunjukkan bahwa perusahaan menerima kesalahan dan kegagalan yang terjadi pada mereka dan siap belajar untuk lebih baik.

AspekNarasi yang Salah (Defensif)Narasi yang Benar (Strategis)
Penyampaian“Target tidak tercapai karena kondisi pasar yang tidak menentu dan sulit diprediksi.”“Kami menghadapi hambatan pada integrasi panel surya di pabrik X, yang menyebabkan efisiensi energi tertahan di angka 5% dari target 15%.”
Solusi“Kami akan berusaha lebih baik lagi di tahun depan.”“Kami telah mengaudit hambatan teknis tersebut dan mengalokasikan tambahan belanja modal (CAPEX) sebesar 12% untuk memastikan instalasi selesai pada Q2 tahun depan.”

Wordsmith Group Siap Membantu Penyusunan Sustainability Report Anda

Wordsmith Group Siap Membantu Penyusunan Sustainability Report Anda - Wordsmith Group

Sumber: freepik.com

Integritas merupakan sebuah nilai yang dihargai sangat tinggi di dunia bisnis. Perusahaan yang menunjukkan integritas dengan cara jujur dan terbuka mengenai hal-hal yang terjadi kepada mereka selama satu tahun akan mendapatkan apresiasi lebih dari para pemangku kepentingan. Jika perusahaan secara terbuka mengungkapkan kegagalannya dan menjabarkan langkah-langkah yang direncanakan ke depan agar kegagalan tersebut tidak terjadi, pemangku kepentingan akan lebih mudah percaya kepada perusahaan tersebut dan peluang kerjasama dengan perusahaan akan semakin terbuka.

Sekarang giliran perusahaan Anda. Jika perusahaan Anda butuh jasa penulisan Sustainability Report yang berkualitas tinggi, maka Wordsmith Group siap membantu Anda. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dan klien dari berbagai industri, Sustainability Report kami sudah terakui oleh banyak figur penting di dunia bisnis dan kami dapat menjamin bahwa Sustainability Report Anda akan ditulis dengan kualitas tertinggi. Jadi tunggu apa lagi? Kontak kami lewat email atau WhatsApp untuk mulai bermitra.

Other Post

Keterampilan De-eskalasi Interpreter di Tengah Panasnya Acara

Keterampilan De-eskalasi Interpreter di Tengah Panasnya Acara

Interpreter kerap ditugaskan untuk bekerja pada acara forum diskusi antara dua kubu yang berlawanan yang membutuhkan penerjemahan ke bahasa Inggris atau bahasa lainnya, seperti negosiasi perdamaian atau perdebatan antara dua politisi yang sedang berselisih paham....

Mengenal Shadowing, Keterampilan Penting dalam Proses Interpreting

Mengenal Shadowing, Keterampilan Penting dalam Proses Interpreting

Dalam melaksanakan tugas interpreting, seorang interpreter atau juru bahasa harus menguasai keterampilan-keterampilan tertentu agar dapat dengan fasih dan cekatan menerjemahkan pesan dari satu bahasa ke bahasa lainnya lalu menyampaikan pesan terjemahan tersebut secara...